Mobil Grandong Milik Yudas Kembali Beroperasi di Rest Area Pinang Km 13,5 dan Km 14

Mobil Grandong Milik Yudas Kembali Beroperasi di Rest Area Pinang Km 13,5 dan Km 14

DELIK HUKUM
Minggu, 19 Januari 2025


Tangerang, MEDIA DELIK HUKUM - Belasan Mobil Grandong penghisap BBM solar subsidi milik Yudas kembali marak di rest area Pinang km 13,5 Jakarta Tangerang dan km 14 Tangerang Jakarta. Untuk mendapatkan BBM solar subsidi, Yudas mengarahkan dan membekali para supir dengan memperbanyak barcode dan plat nomor polisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sprdi yang pada saat itu melakukan investasi dan mengumpulkan data fakta kegiatan ilegal di wilayah rest area km 13,5 dan km 14 Pinang, Minggu (19/1/2025).

Setiap masuk ke rest area, mobil penghisap BBM solar subsidi tersebut menggunakan plat nomor yang berbeda dan barcode yang berbeda.

"Dalam sekali masuk, mereka menggunakan plat nomor dan barcode untuk mendapatkan BBM solar subsidi, dalam transaksi pembelian, mereka membeli solar sebanyak 100 liter, dengan nominal Rp 680.000., (enam ratus delapan puluh ribu rupiah) dengan nominal uang Rp 700.000., (tujuh ratus ribu rupiah) tanpa adanya pengembalian uang oleh pihak operator, dengan dalih bahwa yang Rp 20.000., (dua puluh ribu rupiah) itu uang cor untuk operator," ucapnya.

Selama dalam melakukan aksi kejahatannya, Yudas selalu berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

"Agar usahanya lancar Yudas itu memberikan kontribusi atau koordinasi kepada APH," Ujarnya.

Menurut Sprdi bahwa, bagi Yudas di rest area Pinang km 13,5 dan km 14 adalah surganya solar.

"Para pemain seperti Yudas, bisa mengatakan jika rest area tersebut adalah surganya untuk mendapatkan solar, dikarenakan 24 jam BBM solar subsidi di rest area Pinang tidak akan pernah habis," tuturnya.

Mobil box milik Yudas, masing-masing berkapasitas 4 KL.

"Belasan Armada milik Yudas tersebut masing-masing kendaraan bermuatan BBM solar subsidi sebanyak 4 KL, dari hasil pendapatan mereka, (para sopir-red), barang tersebut dikumpulkan di sebuah lapak atau tempat parkiran, dan hasilnya solar yang didapat dari SPBU dijual ke mobil transportir dengan harga yang cukup menarik," Terangnya.

Sampai berita ini terbit beberapa pihak yang terkait belum dapat dihubungi.

Red. Khondoy Soja