Butuh Pemerintah Kabupaten Serang, Junariah Janda Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni Bersama Anaknya Penyandang Disabilitas Selama 37 Tahun

Butuh Pemerintah Kabupaten Serang, Junariah Janda Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni Bersama Anaknya Penyandang Disabilitas Selama 37 Tahun

DELIK HUKUM
Rabu, 04 Desember 2024


Kabupaten Serang, MEDIA DELIK HUKUM - Junariah (48) seorang janda yang mempunyai anak bernama Saefudin (37) yang mengalami gangguan kesehatan disabilitas harus berjuang sendiri menghadapi kerasnya kehidupan di Kampung Gunung Kepuh, RT 07 RW 02, Desa Winong, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.


Junariah tinggal di rumah tidak layak huni, bahkan jika di musim penghujan tiba, rumah Junariah dipenuhi dengan air hujan. Saat ini junariah dengan pekerjaannya yang serabutan harus mengurus kesehatan anaknya yang sakit berkepanjangan.

Sehingga menurut Junariah dirinya sudah tidak sanggup jika harus memperbaiki atap rumahnya yang bocor.

"Untuk kebutuhan sehari-hari makan dan ngurusin anak yang sakit saja kekurangan ekonomi, hidup berjuang sendiri merawat anak yang sakit tahunan dan pekerjaannya pun serabutan, Ucapnya, Rabu (4/12/2024).

Junariah berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Serang, memohon agar atap rumahnya bisa segara di perbaiki.

"Saya berharap kepada Bupati Serang mau membantu memperbaiki atap rumah, saya sedih karena bersama anak semata wayang ini, saya tidur tidak tenang, apalgi disaat musim hujan ini, " harap Junariah sambil meneteskan air mata.


Junariah saat di sambangi tim dari Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Serang dan Ormas BPPKB Banten DPAC Mancak, raut wajahnya Junariah terlihat bercampur sedih.

Dedi Kelana Ketua Ormas BPPKB DPAC Mancak didampingi jajarannya bersama Welly Supratman Ketua GWI Kabupaten Serang, memberikan bantuan berupa sembako dan lainnya kepada Junariah di saksikan Herman Ketua RT 07 RW 02 Kampung Gunung Kepuh.

"Junariah warga Desa Winong yang kesehariannya hanya pekerja serabutan dengan minim penghasilan, tinggal bersama anaknya Saefudin yang mengalami gangguan kesehatan atau disabilitas, mengalami kesulitan. Yaitu atap rumahnya yang nampak terlihat hampir roboh dan bocor semua, apabila turun hujan rumah tersebut banjir air," Ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, jika melihat situasi dan kondisi kediaman rumah Junariah tersebut sangat miris dan perlu ada perhatian dari pihak Pemerintahan Kabupaten Serang.

"Sangat sedih melihat kondisi keadaan atap rumah serta pekerjaan ibu Junariah yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Alhamdulillah, kita langsung bertemu dengan ibu Junariah dan kita membawakan sedikit bahan pokok makanan serta uang tunai untuk ibu Junariah. Kita (BPPKB-red) harus membantu ibu Junariah ini dalam bentuk apapun bahkan kita akan berusaha merehab atap rumah ibu Junariah yang wajib diperbaiki ini, kita yang melihat sendiri saat cuaca hujan begini, rumah bagian dalam ibu Junariah bocor penuh dengan air hujan, dan anak ibu Junariah juga perlu kita bantu untuk kesehatannya,'' tegas Dedi klana.

Dalam hal ini, Dedi Kelana berharap kepada Pemerintah Kabupaten Serang bisa membantu warga yang kurang mampu seperti Junariah agar mendapatkan perhatian lebih.

"Saya harap Pemerintah dapat melihat kondisi saudara kita yang sedang dalam kesulitan di desa Winong ini, dan kedepannya kita akan perhatikan juga terhadap warga yang minim ekonomi selain didesa ini, karena BPPKB Banten sangat peduli terhadap masyarakat kecil,"Pungkasnya.

Lanjut Dedi, "Dengan tatapan air mata berlinang kepada kami, ibu Junariah mengucapkan banyak-banyak trimakasih kepada tim ormas BPPKB Banten dan media GWI. Kami pun sangat terharu melihat kondisi ibu Junariah yang saat ini ekonominya kurang stabil. Mudah-mudahan pemerintah kabupaten serang bisa cepat menangapi dalam hal ini.

Sampai berita ini terbit beberapa pihak yang terkait belum dapat dihubungi.

Red.// Khondoy Soja//Welly Supratman